Gaya Hidup

Syarat Orang yang Bisa Berkurban Idul Adha

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada 09 Juli 2022 mendatang, sebagian umat muslim memantapkan niat menyisihkan sebagian rezeki untuk berkurban.

menurut Syekh Musthafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha dalam Fiqhul Manhaji, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi jika Anda ingin berkurban.

Berkurban dilakukan oleh orang Muslim. Namun bila ada orang yang bukan beragama Islam ingin berkurban, maka mereka dapat menyerahkan sapi atau kambing kepada umat Islam sebagai hibah atau pemberiaan biasa. Tetapi ini tidak bisa dikatakan kurban.

Menurut syariat Islam, tak ada syarat kurban berdasarkan jenis kelamin, seperti laki-laki atau perempuan. Di dalam rumah tangga, suami atau istri boleh berkurban dengan mengatasnamakan satu hewan kurban untuk satu keluarga, contoh: untuk anaknya.

Dapat juga berkurban untuk satu nama saja. Jika ada anggota keluarga yang telah meninggal dunia, keluarga yang masih hidup pun dapat mengatasnamakan hewan kurban untuk nama anggota yang meninggal tersebut.

Syarat Orang yang Berkurban Idul Adha

1. Muslim

Orang yang akan berkurban harus beragama Islam. Sedangkan orang-orang non-muslim tidak memiliki kewajiban untuk berkurban.

Yang paling penting adalah muslim yang akan berkurban harus membacakan niat terlebih dahulu. Niat berkurban harus karena Allah SWT. Bacaan niat berkurban Iduladha bisa dilafalkan dalam hati menggunakan bahasa Indonesia, sebagai berikut.

“Saya niat berkurban karena Allah Ta’alaa.”

2. Mampu

Perintah kurban dianjurkan bagi umat islam yang mampu secara finansial untuk membeli hewan kurbannya. Muslim dianggap mampu ketika sudah menyelesaikan nafkah kepada keluarga.

Sementara yang belum mampu, tidak apa-apa jika tidak berkurban. Atau jika belum mampu sendiri, bisa kurban secara kolektif.

3. Baligh dan Berakal

Kurban dilakukan oleh muslim yang sudah cukup umur atau akil balig dan berakal, sedangkan anak-anak atau yang belum balig tidak diwajibkan berkurban.

Syarat Hewan Kurban

Hewan yang akan bisa dikurbankan, yaitu bisa ada 3 jenis, diantaranya adalah unta, sapi, dan kambing. Syarat atau kriteria hewan kurban adalah harus sehat, tidak memiliki cacat atau penyakit, dan sudah mencukupi usia dewasa, yaitu 1 tahun atau lebih untuk kambing, minimal 2 tahun untuk sapi, dan 5-6 tahun untuk unta.

three brown camels on desert
Photo by Frans van Heerden on Pexels.com
flock of sheep standing on grassland in countryside
Photo by Jonathan Borba on Pexels.com
brown cow on green grass field
Photo by Julissa Helmuth on Pexels.com

Jika berkurban kambing, maka hanya boleh untuk satu nama pribadi atau satu nama keluarga. Jika sapi, maksimal untuk tujuh nama pribadi atau keluarga.

Aturan Pembagian Daging Kurban

Perlu diperhatikan bahwa pembagian daging kurban tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus sesuai aturan. Syarat pembagian daging kurban dibagikan sesuai golongan penerimanya, yaitu 1/3 bagian diberikan kepada fakir miskin, 1/3 bagian kepada tetangga, dan 1/3 bagian untuk yang menunaikan kurban atau disebut shohibul qurban.

Walaupun orang yang berkurban berhak menerima daging kurbannya, namun boleh saja seluruh daging disedekahkan ke orang lain yang membutuhkan. Sebab, tujuan kurban tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tapi juga bersedekah dan berbagi kepada yang kurang mampu.

Lalu, orang yang melaksanakan kurban tidak boleh memberi daging kurbannya kepada tetangga dalam bentuk olahan atau sudah dimasak. Pasalnya, daging kurban harus diberikan dalam kondisi mentah.

Yang juga perlu diperhatikan juga adalah seluruh bagian hewan kurban yakni daging, bulu, tulang, kepala, kulit, sampai jeroan haram diperjualbelikan kepada siapa pun.

Itulah beberapa syarat orang kurban Idul adha, syarat hewan kurban, sampai aturan pembagian daging kurban. Selamat berkurban!

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button